Click on the Edit Content button to edit/add the content.
  1. Home
  2. »
  3. Articles
  4. »
  5. Culinary
  6. »
  7. Review Warung Roekoen Jakarta Pusat: Cafe Estetik Serba 20 Ribu yang Bikin Betah (Tapi Bukan…

Review Konser Adam Quartet di Erasmus Huis Bareng OFETE: Pengalaman Musik Klasik yang Gak Bikin Ngantuk

Feature Images

Jujur saja, kalau mendengar kata “konser musik klasik”, apa yang pertama kali terlintas di pikiran kamu? Mungkin bayangannya adalah ruangan super hening, orang-orang berpakaian formal nan kaku, tiket yang mahal, atau malah ketakutan bakal ketiduran di tengah lagu. Aku pun awalnya berpikir demikian. Sebagai orang yang lebih sering menghabiskan waktu untuk scrolling gadget atau lari pagi, musik klasik rasanya bukan go-to entertainment aku.

Tapi, persepsi itu berubah total di penghujung tahun 2025 ini. Bersama teman-teman dari komunitas OFETE, aku memutuskan untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba pengalaman baru: menikmati penampilan seni dari seniman negara asing. Tujuan kami kali ini adalah Erasmus Huis untuk menyaksikan penampilan dari Adam Quartet.

Ternyata, aktivitas komunitas OFETE kali ini bukan sekadar cari hiburan, tapi juga unlock pengalaman sensorik baru yang menurutku layak banget buat diceritakan.

Kenalan Dikit sama Adam Quartet & Erasmus Huis

Sebelum masuk ke inti acara, jiwa researcher aku otomatis jalan. Siapa sebenarnya yang mau kita tonton ini?

Siapa sih Adam Quartet?

Jadi, Adam Quartet ini adalah kelompok musisi string quartet yang beranggotakan empat orang wanita berbakat. Mereka adalah Margot Kolodziej, Julia Kleinsmann, Francesca Wiersma, dan Renée Timmer. Formasinya standar kuartet gesek, yaitu menggunakan alat musik Biola dan Cello.

Mereka datang jauh-jauh dari Belanda khusus untuk tampil di sini. Dari riset kecil-kecilan yang aku lakukan sebelum berangkat, mereka dikenal punya karakter permainan yang dinamis. Bukan tipe pemusik klasik yang kaku, tapi punya energi yang bisa connect ke penonton muda.

3

Erasmus Huis: Panggung Budaya Rutin

Acara ini sendiri merupakan bagian dari pentas budaya rutin yang diadakan oleh Erasmus Huis, pusat kebudayaan di bawah naungan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia. Tujuannya jelas, untuk mengenalkan para seniman dan budayawan asal Belanda ke masyarakat Indonesia.

Buat kamu yang belum pernah ke sini, Erasmus Huis yang berlokasi di Kuningan ini adalah salah satu venue seni terbaik di Jakarta. Akustik ruangannya juara, fasilitasnya lengkap, dan seringkali acaranya gratis atau sangat terjangkau. Ini salah satu hidden gem buat kamu yang mau date artsy atau nongkrong produktif bareng komunitas.

Selain nonton konser musik, sebenernya banyak banget kegiatan komunitas seru yang bisa kamu ikutin di Jakarta buat nambah network. Kalau kamu suka kegiatan yang lebih hands-on kayak bikin kerajinan, coba deh cek keseruan kami waktu ikutan Workshop RevoU Chapter Jaksel yang bikin painting clay bareng. Serunya sama, beda media aja!

The Experience: Vibes Nonton Konser Klasik secara Live

Masuk ke dalam hall pertunjukan, vibes-nya memang terasa intimate tapi tetap megah. Lampu meredup, dan keempat musisi wanita ini masuk panggung dengan karisma yang kuat.

Momen Terbaik Selama Konser

Adam Quartet membawakan empat repertoar lagu malam itu. Dan ini bukan sekadar main musik, tapi seperti bercerita lewat nada. Berikut breakdown setlist mereka:

Pertama, mereka membuka dengan Entr’acte karya Caroline Shaw. Ini bukan musik klasik zaman Mozart yang biasa kamu dengar di film kerajaan. Lagunya terasa modern, ada teknik gesek yang unik, dan transisi nadanya bikin melek.

Kedua, masuk ke String Quartet karya Maurice Ravel. Nah, kalau ini terasa lebih dreamy dan teknikal. Aku bisa melihat betapa sinkronnya Margot, Julia, Francesca, dan Renée. Chemistry mereka berempat solid banget, seolah mereka ngobrol satu sama lain tapi pakai alat musik.

Ketiga, My Desert, My Rose karya Aleksandra Vrebalov. Lagu ini punya nuansa yang agak misterius dan deep. Di sini aku benar-benar menikmati detail suara akustik di ruangan Erasmus Huis yang jernih banget.

Terakhir, dan ini yang paling bikin pecah, adalah Burung Kakaktua. Iya, lagu anak-anak Indonesia yang legendaris itu! Tapi jangan bayangkan versi standar. Ini adalah versi aransemen ulang oleh Jeffrey Bruinsma. Rasanya surreal banget mendengar lagu lokal kita dimainkan dengan format string quartet berkelas internasional oleh musisi Belanda. Ada rasa bangga, haru, sekaligus kagum. Tepuk tangan penonton langsung riuh setelah lagu ini selesai.

Feature Images

Panduan Nonton Konser Klasik buat Pemula (Biar Gak Canggung!)

Buat kamu yang tertarik ikutan next event bareng OFETE atau mau datang sendiri, ada beberapa tips biar kamu gak mati gaya di sana.

Etika Tepuk Tangan

Ini aturan tak tertulis yang paling krusial. Di konser klasik, kita biasanya tidak tepuk tangan di antara jeda movement (bagian lagu), meskipun lagunya berhenti sebentar. Tunggu sampai pemain benar-benar menurunkan alat musiknya dan berdiri menghadap penonton. Kalau ragu, ikutan tepuk tangan kalau mayoritas orang sudah tepuk tangan.

Outfit Check!

Gak perlu pakai jas atau gaun malam kayak di film. Smart casual sudah cukup banget. Kemeja santai, celana bahan, atau dress simpel sangat aman dipakai di Erasmus Huis. Yang penting sopan dan nyaman buat duduk lama.

4

Do’s and Don’ts

Matikan suara HP atau silent mode itu wajib. Layar HP yang nyala di ruangan gelap itu ganggu banget. Dokumentasi biasanya diperbolehkan, tapi tanpa flash dan jangan sampai menghalangi pandangan orang lain. Nikmati momennya secara langsung, rekam secukupnya saja buat update story.

Akses Menuju Erasmus Huis (Gak Pake Ribet)

Lokasi Erasmus Huis ada di Jl. H. R. Rasuna Said No.Kav. S-3, Kuningan Timur, Jakarta Selatan. Lokasinya ada di dalam area Kedutaan Besar Belanda. Untuk masuk kamu tinggal dateng aja. Walaupun ada kalanya penyelenggara menyediakan kartu antrian saat masuk ke area acara. 

Buat ke sini, aku saranin naik transportasi umum aja biar gak pusing cari parkir. Erasmus Huis ini lokasinya cukup strategis di Kuningan. Kalau kamu dari arah Blok M, bisa banget manfaatin Transjakarta yang rutenya udah integrasi banget sekarang. Cek pengalaman aku naik Transjakarta rute Bogor – Blok M di sini buat gambaran kenyamanan transportasinya. Kamu bisa turun di Halte Kuningan Timur atau Patra Kuningan, lalu jalan kaki sedikit.

Kalau bawa kendaraan pribadi, parkiran di dalam area kedutaan sangat terbatas dan biasanya diprioritaskan untuk staf atau tamu VIP. Jadi, opsi terbaik adalah drop off atau parkir di gedung perkantoran sekitar.

Kesimpulan: Worth It Gak Meluangkan Waktu buat Ini?

Jawabannya: Sangat worth it.

Pengalaman nonton Adam Quartet kemarin membuka mata aku bahwa seni pertunjukan, khususnya musik klasik, itu bisa dinikmati siapa saja. Gak harus ngerti teori musik buat bisa merinding pas dengar gesekan biola mereka. Apalagi ada sentuhan lokalisasi lewat lagu Burung Kakaktua yang bikin pertunjukan jadi terasa personal buat audiens Indonesia.

Kegiatan bareng komunitas OFETE ini juga bikin pengalaman jadi lebih seru karena bisa diskusi setelah acara. Buat kamu yang bosan dengan rutinitas mall atau kafe, coba deh pantengin jadwal Erasmus Huis atau gabung di kegiatan OFETE selanjutnya. Siapa tahu kita bisa ketemu di event seru berikutnya!

Yuk gabung bareng komunitas Ofete di event selanjutnya, follow instagramnya sekarang

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Index