Meskipun dalam artikel sebelumnya aku sudah menobatkan Cisadon sebagai jalur yang ramah pemula, bukan berarti kamu bisa datang dengan persiapan nol besar. Apalagi kalau kamu datang hanya bermodalkan sandal jepit licin dan dompet yang isinya cuma kartu debit.
Mentang-mentang judulnya “trekking santai”, banyak orang yang meremehkan persiapan dan akhirnya malah menyusahkan diri sendiri di jalur. Mulai dari terpeleset karena salah sepatu, sampai kebingungan bayar gorengan karena tidak ada sinyal untuk QRIS.
Belajar dari pengalamanku kemarin saat menjajal jalur ini bersama teman, berikut adalah 5 hal teknis yang wajib kamu persiapkan sebelum berangkat ke Cisadon agar perjalananmu tetap nyaman dan aman.
Daftar Isi
Toggle1. Alas Kaki adalah Kunci (Anti Slip Lebih Penting daripada Gaya)
Kesalahan paling umum pendaki pemula di trek Sentul adalah salah kostum di bagian kaki. Jangan gunakan sepatu kets putih beralas rata atau licin yang biasa kamu pakai ke mall.
Jalur Cisadon didominasi oleh tanah merah. Saat kering, tanah ini berdebu. Tapi saat basah atau habis hujan, tanah ini berubah menjadi lumpur yang sangat licin. Kalau sepatumu tidak punya cengkraman yang bagus, kamu akan menghabiskan waktu trekkingmu dengan sibuk menjaga keseimbangan biar tidak jatuh, bukan menikmati pemandangan.
Saranku, gunakan sepatu lari trail kalau punya. Kalau tidak punya, sandal gunung yang layak pakai pun sudah sangat cukup. Yang penting pastikan sol bawahnya masih bergerigi tajam untuk mencengkram tanah. Simpan dulu sepatu mahalmu di rak, karena di sini fungsinya tidak akan maksimal dan pasti kotor.
2. Siapkan Uang Tunai (Cash is King!)
Sebagai anak kota yang terbiasa hidup tanpa uang tunai, ini adalah tamparan realita yang paling keras. Jangan bergantung sepenuhnya pada pembayaran digital.
Meskipun beberapa warung di bawah mungkin sudah menerima pembayaran via transfer atau QRIS, sinyal di sepanjang jalur trekking dan di puncak Cisadon itu sifatnya hilang timbul. Seringkali sinyal internet mati total di titik-titik tertentu.
Jadi, siapkan uang tunai dalam berbagai pecahan.
- Pecahan Kecil (2rb – 10rb): Untuk bayar parkir, toilet, beli air mineral, gorengan, dan semangka potong di warung sepanjang jalan.
- Pecahan Besar (50rb – 100rb): Ini untuk dana darurat, terutama untuk membayar ojek jika kakimu tiba-tiba kram atau sudah tidak sanggup turun. Ingat, seperti yang aku bahas di Review Trekking Cisadon, tarif ojek berkisar Rp 70 ribuan. Kalau kamu tidak bawa uang tunai, akan repot sekali urusannya.
3. Fisik “Tipis-Tipis” Tetap Perlu
Walaupun jalurnya landai, fakta bahwa kamu akan berjalan menanjak sejauh beberapa kilometer tidak bisa dibantah. Kalau kamu benar-benar kaum rebahan yang tidak pernah olahraga sama sekali dalam setahun terakhir, kagetnya otot kaki pasti akan terasa.
Tidak perlu latihan berat ala atlet maraton. Cukup lakukan jalan kaki santai keliling komplek atau lari ringan selama 15-30 menit, dua atau tiga hari sebelum hari H. Tujuannya cuma satu yaitu memberi sinyal ke jantung dan otot kaki kamu bahwa mereka akan diajak bekerja sedikit lebih keras dari biasanya. Jangan lupa siapkan koyo atau krim otot untuk malam harinya setelah trekking.
4. Proteksi Hujan dan Gadget (Wajib!)
Bogor dan Sentul itu cuacanya sulit ditebak. Di bawah bisa saja panas terik, tapi begitu masuk area bukit, hujan bisa turun dengan derasnya tanpa permisi.
Jangan ambil risiko dengan elektronikmu. Aku selalu menyarankan untuk membawa jas hujan dan kantong anti air untuk HP dan dompet.
Kalau kamu tipe orang yang membawa gadget saat jalan-jalan, pastikan tasmu punya fitur tahan air atau bawa pelindung tas. Kamu bisa baca tips lengkapku soal mengamankan barang elektronik dari air di artikel Case dan Tips Proteksi Gadget yang Selalu Aku Bawa Saat Traveling. Karena percuma pemandangannya bagus kalau HP kamu mati kena air hujan.
5. Riset Medan dan Digital Preparation
Terakhir dan yang sering dilupakan adalah riset. Karena sinyal di sana sangat tidak stabil dan cenderung hilang total, jangan mengandalkan informasi instan saat sudah di lokasi.
Sebelum berangkat, saat masih di rumah dengan koneksi internet kencang, coba cek dulu kondisi medannya lewat YouTube atau blog orang lain. Setidaknya kamu punya bayangan, apakah jalurnya terbuka, lewat hutan rimbun, atau banyak percabangan.
Selain itu, lakukan persiapan digital ini:
- Download Google Maps Offline: Jika kamu merasa butuh navigasi, unduh peta area Sentul dan sekitarnya. Ini penting buat jaga-jaga kalau kamu butuh petunjuk arah saat sinyal hilang total di tengah jalan.
- Download Playlist Musik: Kalau kamu suka jalan sambil dengar lagu, unduh lagunya biar bisa diputar secara offline. Musik sangat membantu menjaga suasana hati saat nafas sudah mulai habis di tanjakan.
Kesimpulan
Trekking ke Cisadon memang aktivitas rekreasi, tapi persiapan yang matang akan membuat beda antara pengalaman seru yang bikin nagih dan pengalaman menyiksa yang bikin kapok.
Kuncinya ada di kepraktisan. Bawa barang yang fungsional, pakai alas kaki yang aman, dan pastikan dompetmu berisi uang tunai. Kalau 5 hal ini sudah aman, kamu siap menikmati sejuknya udara Sentul tanpa drama.
Selamat trekking!




