1. Home
  2. »
  3. Community Post
  4. »
  5. Menikmati Pesona Pantai Pasir Putih Remen Tuban

Menikmati Pesona Pantai Pasir Putih Remen Tuban

Pantai Remen Tuban

Penulis : Eva Rahayu

Siapa yang kangen jalan-jalan dan menikmati wisata alam di tengah pandemi seperti ini?

Yuk memanjakan mata dengan yang indah-indah dan segar sejenak. Yap, kenalan dulu sama pantai pasir putih Remen di Kabupaten Tuban. Pantai ini juga dikenal dengan nama pantai Jenu, dikarenakan berada di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Honestly, aku kira Tuban itu masuk kabupaten Lamongan, ternyata aku selama ini salah, maafkan Ya Allah. Tuban adalah kabupaten yang berdiri sendiri, baru tahu pas masuk melewati gapuranya. Terpampang jelas “Selamat Datang di Kabupaten Tuban”.

Di awal bulan, aku dan temanku, Nitta, memutuskan untuk meet up. Temanku ini domisili Lamongan. Kami memutuskan untuk berwisata ke pantai. Tuban adalah destinasi wisata kami. Tuban memang dikenal memiliki beberapa pantai yang indah. Pantai Kelapa, pantai Cemara, pantai Remen, dan lain-lain. Titik kumpul kami adalah di masjid Agung Tuban.

Karena masa pandemi, tetap protokol kesehatan kami terapkan, dari rumah aku dan suami sudah sedia masker. Satu masker untuk dipakai dan satu masker untuk jaga-jaga. Jaket dan sarung tangan juga tak lupa kami bawa.

Perjalananku dengan suami ke Tuban dimulai dari Gresik, sebenarnya aku dan suami dari Surabaya, namun menginap dahulu di rumah orang tua di Gresik. Kami menempuh sekitar dua jam perjalanan untuk bisa sampai ke Masjid Agung. Kami ke sana mengendarai motor.

Terasa lama sekali perjalanan yang ditempuh untuk bisa sampai ke masjid Agung Tuban. Ditambah jalanan yang luar bergelombang dan panas matahari yang menyengat, hot potatoes, duh, makin ingin segera sampai di tempat tujuan. Setelah dua jam perjalanan melewati jalanan yang bergelombang, tibalah kami di masjid Agung Tuban. Suasana di masjid Agung pada hari Minggu begitu ramai.

Di depan masjid banyak sekali penjual makanan, pentol, dawet, legen-minuman dari pohon siwalan, buah siwalan dan lain-lain. Yang paling mendominasi adalah penjual legen, siwalan, dan dawet. Yap, Tuban adalah ikonnya buah siwalan. Bahkan di sepanjang perjalanan saya ke masjid Agung Tuban, di kanan dan kiri jalan banyak penjual legen dan buah siwalan.

Selain itu, di samping masjid Agung Tuban terdapat makam sunan Bonang, yang biasanya dikunjungi peziarah untuk berdoa atau menapak tilas di makan yang termasuk wali songo tersebut. Pantas saja begitu ramai dan banyak rombongan yang datang ke masjid.

Masjid Agung Tuban

Di masjid Agung Tuban inilah aku dan suami bertemu dengan teman kami, Nitta. Kami pun beristirahat sejenak di pelataran masjid. Bercuap-cuap dan berbagi cerita sebentar, sebelum menuju destinasi wisata.

Sejujurnya kami belum memutuskan akan ke pantai mana, Nitta bilang, kalau ke pantai Kelapa biasa saja, dan ramai kalau weekend gini. Pantai Cemara juga ramai kalau hari Minggu. Gimana kalau pantai Remen? Cukup bagus sih, tapi memang agak jauh, apa nggak apa-apa?

Wait, aku searching dulu pantai Remen. Lihat-lihat di Google Maps pemandangan pantai Remen, wah, lumayan bagus sih. Pasir putih pula, kayaknya juga bersih. Yaudah kami memutuskan ke sana sambil menunggu teman Nitta datang.

“Eh, aku nggak tahu jalan ke sana lho”.

“Nggak apa-apa, ada Google Map”.

Beberapa menit kemudian teman Nitta sampai juga. Setelah berkenalan sebentar, kami memutuskan untuk segera berangkat sebelum hari bertambah panas, padahal baru jam 10.00 WIB, udah kayak tengah hari saja.

Perjalanan Menuju Pantai Pasir Putih Remen Tuban

Dari masjid Agung Tuban, kami bersiap-siap menuju pantai Remen. Dipandu oleh teman Nitta, yang tahu betul jalan menuju lokasi, kami meluncur ke lokasi. Aku berboncengan dengan suami, dan mengikuti dari belakang.

Dari masjid Agung Tuban, kami melewati jalanan besar, melewati Plaza Ikan Tuban. Mataku terbelalak, wah, Plaza Ikan, baru tahu kali ini hehe. Penasaran banget ingin masuk dan mampir sebentar. Tampak dari luar, pedagang menggelar lapak ikan, terlihat ikan-ikan panggangan, walau hanya menumpang lewat, bau sedap ikan panggangan bisa tercium juga, hehe. Wah, pokoknya next time harus mampir ke sini.

Kami melewati pantai Cemara, terus berlanjut melewati PLTU. Kurang lebih 30 menit perjalanan kami dari masjid Agung Tuban, tibalah kami di pantai Remen. Dari arah masuk parkiran belum bisa terlihat sih pantainya. Kami ikuti arahan dari penjaga parkirnya, tibalah kami di pantainya.

Pantai Pasir Putih Remen Tuban

Tempat parkir di lahan terbuka menjadi awal kami memasuki pantai di tengah terik matahari yang begitu menyengat. Baru memasuki lokasi saja kami sudah disuguhi pemandangan yang begitu menakjubkan. Hamparan pohon cemara, danau yang cukup tenang dan pantai yang membentang.

Pantai pasir putih Remen atau pantai Ramen ini dikenal juga dengan Pantai Jenu, dikarenakan pantai ini terletak di Kecamatan Jenu. Pantai ini dikenal akan keindahan pasir putihnya. Indah sekali, dan tidak nampak sampah berserakan di bibir pantai.  

Debur ombak dan udara sejuk terasa sekali di bibir pantai. Memang tidak bisa dipungkiri kala itu cuaca panas sekali dan matahari lagi panas-panasnya, namun kami berteduh di bawah pepohonan cemara, sejuk sekali rasanya.

Aku melihat lebih dekat pantai Remen tersebut. Kupeganglah pasirnya, lembut sekali, dan sebentar saja melihat lebih dekat debur ombak. Masih tidak kuat bermain-main air di pantai, karena lagi terik-teriknya panas matahari. Setelah puas memanjakan mata dengan pasir putih dan debur ombak, aku berteduh kembali di bawah pepohonan cemara di bibir pantai.

Kulihat wisatawan lain juga banyak yang berteduh di bawah pepohonan cemara. Hanya segerombolan anak-anak yang bermain air di pantai.

Wah, kelihatnnya nggak pas timing-nya ketika datang ke pantai, hehe, jadinya nggak bisa bermain-main air. Mungkin pagi hari sambil melihat sunrise ataupun menikmati senja cocok jika berkunjung ke pantai Remen ini.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Pantai Remen

1. Bermain Pasir dan Ombak di Pantai

Bermain ombak memang salah satu kegiatan asyik yang bisa dilakukan di pantai. Menikmati deburan ombak, berbasah-basahan bermain air, pasti segar sekali rasanya. Bisa juga bermain pasir, dengan membangun istana-istana pasir atau sekadar duduk di bawah pepohonan cemara menikmati suara debur ombak.

2. Menikmati Kuliner di Pinggir Pantai

Di pinggir pantai, terdapat sekumpulan pedagang makanan. Makanan yang dijual bermacam-macam, ada yang jual nasi, bakso, soto, maupun minuman.

3. Bermain di Danau Dekat Pantai

Di pantai Remen, ada beberapa danau yang bisa digunakan sebagai tempat bermain. Saat berwisata ke sana, aku melihat anak-anak kecil bermain air di danau, berkotor-kotor dengan lumpur namun mereka terlihat bahagia.

4. Swafoto atau Selfie

Nah, ini nih, salah satu aktivitas wajib yang mesti harus ada untuk mengabadikan momen indah liburan atau wisata. Karena momen indah tidak akan terulang, penting sekali untuk jepret-jepret mengabadikan aktivitas kita di pantai. View pantai dan pasir putihnya begitu indah memanjakan mata.

Harga Tiket Pantai Pasir Putih Remen

Di sini tidak ada tiket masuk ya teman-teman, hanya perlu membayar parkir saja. Untuk motor Rp 5.000 dan mobil Rp 10.000.

Nah itu dia teman-teman pengalaman indahku menikmati pesona pantai Remen. Setelah kami puas memanjakan mata di pantai Remen, kami memutuskan untuk mencari makan, karena sudah waktunya makan siang pula, dan tubuh rasanya juga sudah lemes. Kami memutuskan untuk makan di luar, tidak di pedagang makanan di pantai, karena kata berdasarkan pengalaman mencicipi makanan di sana, rasanya biasa aja.

Yaudah aku dan suami nurut aja. Kami segera balik dari pantai, dan setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, tibalah kami di sebuah cafe atau tempat makan, namanya Ceker Gobyos.

Ini nih, menu yang aku pilih untuk makan siang. Mie Setan dan Es Teh.

Source : Dokumentasi Pribadi

Maknyus, harganya juga terjangkau, untuk Mie Setan harganya Rp. 12.000, sementara Es Teh nya Rp. 6.000. Cukup terjangkau bukan harganya? Tidak berlama-lama, setelah makanan datang di meja, segera aku santap deh.

Anyway, apakah teman-teman tertarik untuk mencoba pengalaman berwisata kesana? Marilah diagendakan hehe.

Nah, untuk informasi menarik lainnya tentang rekomendasi tempat wisata dari sobat Laycation, bisa kamu akses di Community Post Laycation ya 🙂

Atau jika kamu ingin membagikan pengalaman menarikmu di Laycation, bisa hubungi via email laycationid@gmail.com ya

Share:

More Posts

Restoran bebek carok tretan muslim

Review Bebek Carok Tretan Muslim

Chuaaakszz! Begitulah teriakan para fans fanatik dari duet maut Tretan Muslim dan Coki Pardede. Sejak Mr. C terlibat kasus narkoba, terlihat bahwa Tretan Muslim sedang

Kategori

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *